SEJARAH UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
Universitas Negeri Surabaya merupakan salah
satu universitas tertua di kawasan Jawa Timur. Dahulu sebelum tahun 1999
masih bernama IKIP Surabaya yang berdiri sejak 1964. Bermula dari
dibukanya kursus B-I dan B-II pada 1960 di bidang Ilmu Kimia dan Ilmu
Pasti yang memanfaatkan sarana dan prasarana dari Hoogere Burger Schol,
sebuah sekolah pendidikan jaman Belanda. Kursus – kursus tersebut
diadakan di Surabaya guna memenuhi kebutuhan tenaga pendidik tingkah
Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) dan Sekolah Menengah Atas ( SMA).
Menjelangkan akhir tahun 1964, tepatnya pada
tanggal 19 Desember IKIP Surabaya resmi berdiri sendiri, yang kemudian
menjadi hari lahir IKIP Surabaya. Saat itu , IKIP Surabaya telah
mempunyai lima fakultas , yaitu : Fakultas Ilmu Pendidikan ( FIP ) ,
Fakultas Keguruan Ilmu Sosial ( FKIS ) , Fakultas Keguruan Sastra Seni (
FKSS ) , Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta ( FKIE ) dan Fakultas Keguruan
Ilmu Teknik ( FKIT ) . Kemudian pada 1977 , IKIP Surabaya menambah
Fakultas Keguruan Ilmu Keolahragaan ( FKIK ) hasil penggabungan dengan
Sekolah Tinggi Olahraga.
Pada 1981 terjadi perubahan pada hampir
semua fakultas di IKIP Surabaya, yaitu ; Fakultas Ilmu Pendidikan ( FIP )
tetap menjadi Fakultas Ilmu Pendidikan ( FIP ), Fakultas Keguruan
Sastra Seni ( FKSS ) menjadi Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni ( FPBS )
, Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta ( FKIE ) menjadi Fakultas Pendidikan
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ( FPMIPA ) ,
Fakultas Keguruan Ilmu Sosial ( FKIS ) menjadi Fakultas Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Sosial ( FPIS ), Fakultas Keguruan Ilmu Teknik ( FKIT )
menjadi Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan ( FPTK ) dan Fakultas
Keguruan Ilmu Keolahragaan ( FKIK ) menjadi Fakultas Pendidikan
Olahraga dan Kesehatan ( FPOK ).
Pada Agustus 1999 , IKIP Surabaya berubah
menjadi Universitas Negeri Surabaya dengan pusat kegiatan akademis di
wilayah Ketintang , dan selanjutkan UNESA membangun gedung yang sedang
dalam tahap penyelesaiannya akan digunakan pusat atau kantor rektorat
baru di wilayah Lidah Wetan.
UNESA kampus Lidah Wetan sendiri merasa
beruntung karena berada di wilayah elite Surabaya bagian barat, seperti
Citraland, Universitas Ciputa, Supermall, Pakuwon, Darmo, dan lainnya
yang sedang gencar-gencarnya para investor lokal maupun asing membangun
kota Surabaya bagian barat akhir-akhir ini.
Universitas Negeri Surabaya sampai saat ini
masih mengelola enam fakultas , yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan ( FIP )
, Fakultas Bahasa dan Seni ( FBS ) , Fakultas Matematika dan Ilmu Alam
( FMIPA ) , Fakultas Teknik ( FT ) , Fakultas Ilmu Keolahragaan ( FIK
). Dan dalam perkembangannya , pada tahun 2006 resmi berdiri Fakultas
Ekonomi ( FE ) yang merupakan hasil pemekaran dari Fakultas Ilmu Sosial (
FIS ). Sampai saat ini Universitas Negeri Surabaya memiliki 30 jurusan
yang terdiri dari 68 progam studi.
Untuk selanjutnya penulis akan memfokuskan
sekitar kampus FIP ( Fakultas Ilmu Pendidikan ) dimana pada fakultas
ini, penulis sedang menempuh kegiatan kuliah. Fakultas Ilmu Pendidikan
menaungi delapan progam studi dengan gelar sarjana , yaitu : Teknologi
Pendidikan , Manajemen Pendidikan , Pendidikan Guru Sekolah Dasar ,
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Bimbingan dan Konseling ,
Pendidikan Luar Biasa , Pendidikan Luar Sekolah , dan Psikologi. Dari
delapan progam studi tersebut , dua diantaranya berada di luar kampus
UNESA Lidah Wetan, yaitu Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
berada di Jalan Teratai 4 , Surabaya dan Pendidikan Luar Biasa berada di
wilayah Gedangan , Sidoarjo. Tetapi pada tahun 2015 ini, pihak UNESA
telah membangun gedung untuk jurusan PG-PAUD dan Pendidikan Luar Biasa
yang pada pertengahan bulan Mei masih dalam tahap pembangunan dan di
harapkan untuk tahun ajaran 2015/2016 dalam beberapa bulan kedepan,
semua jurusan yang terdapat di Fakultas Ilmu Pendidikan dapat berkumpul
dalam satu lingkungan.
Mengenai jurusan dan progam studi yang ada
di Fakultas Ilmu Pendidikan, terdapat beberapa anggapan dari sebagian
besar mahasiswa dari Fakultas Ilmu Pendidikan , sebagai contoh jurusan
PGSD ( Pendidikan Guru Sekolah Dasar ) dianggap sebagai mahasiswa
terbanyak di Fakultas Ilmu Pendidikan dan tidak fashionable ,
hal ini karena mereka dituntut untuk se-formal mungkin dalam berbusana,
seperti harus memakai seragam batik, celana kain , sepatu pantofel, dll.
Sedangkan untuk jurusan Psikologi, dianggap sebagai jurusan yang paling
elite , apabila dilihat dari nama jurusan mereka dan bagaimana
cara mereka berbusana. Sementara untuk jurusan penulis ialah Teknologi
Pendidikan ( TP ) , jurusan ini dianggap sebagai penguasa di pendopo
atau paling banyak yang menempati pendopo Ki Hajar Dewantara,
dikarenakan hampir semua mahasiswa Teknologi Pendidikan selalu membawa laptop atau notebook setiap mereka kuliah, dan diwaktu free , selalu digunakan untuk mengakses internet dengan menggunakan fasilitas Wi-Fi kampus, walaupun ada beberapa juga mahasiswa dari jurusan lain yang datang menikmati fasilitas Wi-Fi gratis tersebut, tetapi tidak semendomonisai mahasiswa Teknologi Pendidikan.
Tetapi sayangnya, fasilitas yang baik ini
tidak dibarengi oleh pemaksimalan ruang-ruang kelas yang dibiarkan tidak
terawat , misalnya di gedung Teknologi Pendidikan , yang penulis rasa
banyak ruang kelas yang kosong dan gudang-gudang yang tidak terawat.
Sementara itu, kantin pada lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan terkesan
jorok, bahkan dibiarkan oleh pengelola kantin , kucing naik ke atas meja
guna memakan sisa makanan mahasiswa, hal ini tentu membuat kondisi
kantin kampus semakin terkesan jorok. Bahkan tak jarang, sebagian
mahasiswa lebih memilih istrihat dan makan di luar kampus, yang lebih
steril dan murah daripada kantin kampus sendiri. Untuk akses jalan di
sekitar kampus jauh dari kata layak, jalan disekitar kos mahasiswa
dibiarkan begitu saja, banyak berlubang disana-sini, hanya jalan di
sepanjang Fakultas Ilmu Pendidikan hingga Fakultas Ilmu Keolahragaan
yang diperhatikan, serta sepanjang jalan gedung PPG hingga gerbang utama
UNESA. Diharapkan untuk perkembangan selanjutnya UNESA semakin berbenah
diri dan tumbuh menjadi universitas unggulan yang patut diperhitungkan
di kancah nasional ataupun internasional. UNESA Tetap Jaya !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar