Welcome

Selamat berselancar di Blog ini

Minggu, 07 Agustus 2016

This is me

 
Logo UNESA 



Logo Himpunan Mahasiswa Jurusan Fisika
 
Fungsi almamater bagi jurusan

 Mahasiswa sangat identik dengan kata “almamater”. Ketika seorang siswa telah memasuki jenjang perguruan tinggi, Ia akan disodorkan dengan sebuah jas yang dinamakan jas almamater disebuah Universitas. Seiring berjalannya waktu, banyak kegiatan yang akan diikuti olehnya dengan menggunakan jas kebesaran tersebut. Yang menjadi pertanyaan besar baginya, apakah Ia mengerti apa itu “almamater” dan makna apa yang terkandung di dalamnya? 

             Jika kita melihat secara arti katanya, “alma mater”, atau kadang-kadang ditulis tersambung sebagai “almamater”, adalah istilah dalam bahasa Latin yang secara harafiah berarti “ibu susuan”. Penggunaan istilah ini populer di kalangan akademik/pendidikan untuk menyebut perguruan tempat seseorang menyelesaikan suatu jenjang pendidikan. Walaupun sering dipakai di kalangan pendidikan tinggi, istilah ini sebetulnya pernah dipakai pada masa Romawi Kuno untuk menyebut dewi ibu. Kristen Eropa pada Abad Pertengahan, menggunakan istilah alma mater untuk merujuk Perawan Maria. Ketika kita mendengar kata ibu, Ia adalah sesosok yang melahirkan, merawat, dan menyayangi anaknya hingga tumbuh besar. Dapat kita telaah, almamater yang kita junjung adalah universitas kita sendiri, dimana Ialah yang akan merawat dan membimbing mahasiswa selayaknya seorang ibu, sehingga nantinya akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang tangguh berjiwa kritis, ilmiah dan akademis. Sehingga, penggunaan istilah ini populer di kalangan akademik/pendidikan untuk menyebut perguruan tempat seseorang menyelesaikan suatu jenjang pendidikan. Maka dari itu, sebagai mahasiswa hendaknya benar-benar berbhakti dan berbangga hati menjadi bagian almamater dengan mendukung dan menjalankan segala kebijakan perguruan tinggi serta menjunjung tinggi nama baik almamater. Dari pengertian tersebut, akan muncul berbagai konsepsi almamater yang disebut “wawasan almamater”. 

          Wawasan tersebut tercermin dalam suatu anggapan-anggapan bahwa, almamater merupakan jiwa mahasiswa dan seluruh civitas akademika yang bersifat manunggal terhadap alamater, bersifat ilmiah, kritis dan akademis dalam hal yang menyangkut kemahasiswaan, serta berbakti pada universitas melalui almamater mengabdi pada rakyat. Di seluruh Universitas, almamater merupakan sebuah kebanggaan yang munculnya dari suatu kekuatan mahasiswa yang bersifat kritis, ilmiah, dan akademis. Hal tersebut tidak dapat dipungkiri ketika mahasiswa turun ke jalan melakukan kritisi terhadap kebijakan pemerintah atau suatu kalangan, mereka dengan bangganya panas-panasan menggunakan jas almamater kebanggaan mereka demi dapat membela kaum tertindas terutama rakyat biasa. Selain itu, almamater merupakan suatu status formal  bagi mahasiswa ketika mereka mengikuti sebuah acara seminar yang dilakukan oleh berbagai instansi.


          Almamater juga memberikan status peran akademis kepada para mahasiswa yang membela perguruan tingginya dalam hal pekan ilmiah, perlombaan antar institusi, debat publik, dan kegiatan akademis lainnya. Oleh karena itu, dari kebanggaan mahasiswa terhadap almamaternya akan menumbuhkan jiwa kekompakkan, nasionalisme, tanggung jawab, serta profesionalisme tinggi.

SEJARAH UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

 

Universitas Negeri Surabaya merupakan salah satu universitas tertua di kawasan Jawa Timur. Dahulu sebelum tahun 1999 masih bernama IKIP Surabaya yang berdiri sejak 1964. Bermula dari dibukanya kursus B-I dan B-II pada 1960 di bidang Ilmu Kimia dan Ilmu Pasti yang memanfaatkan sarana dan prasarana dari Hoogere Burger Schol, sebuah sekolah pendidikan jaman Belanda. Kursus – kursus tersebut diadakan di Surabaya guna memenuhi kebutuhan tenaga pendidik tingkah Sekolah Menengah Pertama  ( SMP ) dan Sekolah Menengah Atas ( SMA).
Menjelangkan akhir tahun 1964, tepatnya pada tanggal 19 Desember IKIP Surabaya resmi berdiri sendiri, yang kemudian menjadi hari lahir IKIP Surabaya. Saat itu , IKIP Surabaya telah mempunyai lima fakultas , yaitu : Fakultas Ilmu Pendidikan ( FIP ) , Fakultas Keguruan Ilmu Sosial ( FKIS ) , Fakultas Keguruan Sastra Seni ( FKSS ) , Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta ( FKIE ) dan Fakultas Keguruan Ilmu Teknik ( FKIT ) . Kemudian pada 1977 , IKIP Surabaya menambah Fakultas Keguruan Ilmu Keolahragaan ( FKIK ) hasil penggabungan dengan Sekolah Tinggi Olahraga.
Pada 1981 terjadi perubahan pada hampir semua fakultas di IKIP Surabaya, yaitu ; Fakultas Ilmu Pendidikan ( FIP ) tetap menjadi Fakultas Ilmu Pendidikan ( FIP ), Fakultas Keguruan Sastra Seni ( FKSS ) menjadi Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni ( FPBS ) , Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta ( FKIE ) menjadi Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam                  ( FPMIPA ) , Fakultas Keguruan Ilmu Sosial ( FKIS ) menjadi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial ( FPIS ), Fakultas Keguruan Ilmu Teknik ( FKIT ) menjadi Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan ( FPTK ) dan Fakultas Keguruan Ilmu Keolahragaan ( FKIK ) menjadi Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan ( FPOK ).
Pada Agustus 1999 , IKIP Surabaya berubah menjadi Universitas Negeri Surabaya dengan pusat kegiatan akademis di wilayah Ketintang , dan selanjutkan UNESA membangun gedung yang sedang dalam tahap penyelesaiannya akan digunakan pusat atau kantor rektorat baru di wilayah Lidah Wetan.
UNESA kampus Lidah Wetan sendiri merasa  beruntung karena berada di wilayah elite Surabaya bagian barat, seperti Citraland, Universitas Ciputa, Supermall, Pakuwon, Darmo, dan lainnya yang sedang gencar-gencarnya para investor lokal maupun asing membangun kota Surabaya bagian barat akhir-akhir ini.
Universitas Negeri Surabaya sampai saat ini masih mengelola enam fakultas , yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan   ( FIP ) , Fakultas Bahasa dan Seni ( FBS ) , Fakultas Matematika dan Ilmu Alam  ( FMIPA ) , Fakultas Teknik ( FT ) , Fakultas Ilmu  Keolahragaan ( FIK ). Dan dalam perkembangannya , pada tahun 2006 resmi berdiri Fakultas Ekonomi ( FE ) yang merupakan hasil pemekaran dari Fakultas Ilmu Sosial ( FIS ). Sampai saat ini Universitas Negeri Surabaya memiliki 30 jurusan yang terdiri dari 68 progam studi.
Untuk selanjutnya penulis akan memfokuskan sekitar kampus FIP ( Fakultas Ilmu Pendidikan ) dimana pada fakultas ini, penulis sedang menempuh kegiatan kuliah. Fakultas Ilmu Pendidikan menaungi delapan progam studi dengan gelar sarjana , yaitu : Teknologi Pendidikan , Manajemen Pendidikan , Pendidikan Guru Sekolah Dasar , Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Bimbingan dan Konseling , Pendidikan Luar Biasa , Pendidikan Luar Sekolah , dan Psikologi. Dari delapan progam studi tersebut , dua diantaranya berada di luar kampus UNESA Lidah Wetan, yaitu Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini berada di Jalan Teratai 4 , Surabaya dan Pendidikan Luar Biasa berada di wilayah Gedangan , Sidoarjo. Tetapi pada tahun 2015 ini, pihak UNESA telah membangun gedung untuk jurusan PG-PAUD dan Pendidikan Luar Biasa yang pada pertengahan bulan Mei masih dalam tahap pembangunan dan di harapkan untuk tahun ajaran 2015/2016 dalam beberapa bulan kedepan,  semua jurusan yang terdapat di Fakultas Ilmu Pendidikan dapat berkumpul dalam satu lingkungan.
Mengenai jurusan dan progam studi yang ada di Fakultas Ilmu Pendidikan, terdapat beberapa anggapan dari sebagian besar mahasiswa dari Fakultas Ilmu Pendidikan , sebagai contoh jurusan PGSD ( Pendidikan Guru Sekolah Dasar ) dianggap sebagai mahasiswa terbanyak di Fakultas Ilmu Pendidikan dan tidak fashionable , hal ini karena mereka dituntut untuk se-formal mungkin dalam berbusana, seperti harus memakai seragam batik, celana kain , sepatu pantofel, dll. Sedangkan untuk jurusan Psikologi, dianggap sebagai jurusan yang paling elite , apabila dilihat dari nama jurusan mereka dan bagaimana cara mereka berbusana. Sementara untuk jurusan penulis ialah Teknologi Pendidikan ( TP ) , jurusan ini dianggap sebagai penguasa di pendopo atau paling banyak yang menempati pendopo Ki Hajar Dewantara, dikarenakan hampir semua mahasiswa Teknologi Pendidikan selalu membawa laptop atau notebook setiap mereka kuliah, dan diwaktu free , selalu digunakan untuk mengakses internet dengan menggunakan fasilitas Wi-Fi kampus, walaupun ada beberapa juga mahasiswa dari jurusan lain yang datang menikmati fasilitas Wi-Fi gratis tersebut, tetapi tidak semendomonisai mahasiswa Teknologi Pendidikan.
Tetapi sayangnya, fasilitas yang baik ini tidak dibarengi oleh pemaksimalan ruang-ruang kelas yang dibiarkan tidak terawat , misalnya di gedung Teknologi Pendidikan , yang penulis rasa banyak ruang kelas yang kosong dan gudang-gudang yang tidak terawat. Sementara itu, kantin pada lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan terkesan jorok, bahkan dibiarkan oleh pengelola kantin , kucing naik ke atas meja guna memakan sisa makanan mahasiswa, hal ini tentu membuat kondisi kantin kampus semakin terkesan jorok. Bahkan tak jarang, sebagian mahasiswa lebih memilih istrihat dan makan di luar kampus, yang lebih steril dan murah daripada kantin kampus sendiri. Untuk akses jalan di sekitar kampus jauh dari kata layak, jalan disekitar kos mahasiswa dibiarkan begitu saja, banyak berlubang disana-sini,  hanya jalan di sepanjang Fakultas Ilmu Pendidikan hingga Fakultas Ilmu Keolahragaan yang diperhatikan, serta sepanjang jalan gedung PPG hingga gerbang utama UNESA. Diharapkan untuk perkembangan selanjutnya UNESA semakin berbenah diri dan tumbuh menjadi universitas unggulan  yang patut diperhitungkan di kancah nasional ataupun internasional. UNESA Tetap Jaya !!!

 

Tri Dharma Perguruan Tinggi

Perguruan tinggi merupakan salah satu subsistem pendidikan nasional. Keberadaannya dalam kehidupan bangsa dan negara berperan penting melalui penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Pasal 20 Ayat 2).
Saat ini kesadaran mahasiswa akan tanggung jawabnya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi semakin menurun. Tri dharma perguruan tinggi sebagai salah satu pondasi dan dasar tanggung jawab yang dipanggul mahasiswa (sebagai bagian dari perguruan tinggi) harus dikembangkan secara simultan dan bersama-sama. Dengan kondisi Indonesia yang mulai memprihatinkan, sebagai mahasiswa baru perlu mengetahui dan menyadari salah satu pedoman untuk  melaksanakan tanggung jawabnya dalam rangka menjawab tantangan negara dan bangsa Indonesia di masa depan.
Tri Dharma perguruan tinggi merupakan tiga pilar dasar pola pikir dan menjadi kewajiban bagi mahasiswa sebagai kaum intelektual di negara ini. Karena mahasiswa adalah ujung tombak perubahan bangsa kita ke arah yang lebih baik. Pernyataan ini menjadi terbukti ketika kita melihat sejarah bangsa ini dimana sebagian perubahan besar yang ada di negara ini dimulai oleh mahasiswa, dalam hal ini pemuda-pemudi Indonesia. Adapun Tri Dharma Perguruan tinggi itu sendiri meliputi :
1.      Pendidikan.
Mahasiswa sebagai kaum  intelektual bangsa yang menduduki  5% dari populasi warga negara Indonesia berkewajiban meningkatkan mutu diri secara khusus agar mutu bangsa pun meningkat pada umumnya dengan ilmu yang dipelajari selama pendidikan di kampus sesuai bidang keilmuan tertentu. Mahasiswa dan pendidikan merupakan satu  kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sehingga ketika mahasiswa melakukan segala kegiatan dalam hidupnya, semua harus didasari pertimbangan rasional, bukan dengan adu otot. Itulah yang disebut kedewasaan mahasiswa.
2.       Penelitian dan Pengembangan
Ilmu yang dikuasai melalui proses pendidikan di perguruan tinggi harus diimplementasikan dan diterapkan. Salah satunya dengan langkah ilmiah, seperti melalui penelitian. Penelitian mahasiswa bukan hanya akan mengembangkan diri mahasiswa itu sendiri, namun juga memberikan manfaat bagi kemajuan pperadaban dan  kepentingan  bangsa kita dalam menyejahterakan bangsa. Selain pengembangan diri secara ilmiah dan akademis. Mahasiswa pun harus senantiasa mengembangkan kemampuan dirinya dalam hal softskill dan kedewasaan diri dalam menyelesaikan segala masalah yang ada. Mahasiswa harus mengembangkan pola pikir yang kritis terhadap segala fenomena yang ada dan mengkajinya secara keilmuan.
3.       Pengabdian pada Masyarakat
Mahasiswa menempati lapisan kedua dalam relasi kemasyarakatan, yaitu berperan sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah. Mahasiswa adalah yang paling dekat dengan rakyat dan memahami secara jelas kondisi masyarakat tersebut. Kewajiban sebagai mahasiswa menjadi front linedalam masyarakat dalam mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah terhadap rakyat karena sebagaian besar keputusan pemerintah di masa ini sudah terkontaminasi oleh berbagai kepentingan politik tertentu dan kita sebagai mahasiswa yang memiliki mata yang masih bening tanpa ternodai kepentingan-kepentingan serupa mampu melihat secara jernih, melihat yang terdalam dari yang terdalam terhadap intrik politik yang tidak jarang mengeksploitasi kepentingan rakyat. Disini mahasiswa berperan untuk membela kepentingan masyarakat, tentu tidak dengan jalan kekerasan dan aksi chaotic, namun menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pendidikan, kaji terlebih dahulu, pahami, dan sosialisasikan pada rakyat, mahasiswa memiliki ilmu tentang permasalahan yang ada, mahasiswa juga yang dapat membuka mata rakyat sebagai salah satu bentuk pengabdia terhadap rakyat.

Keterkaitan ketiga poin TDPT

 
Ketiga faktor diatas ini sangat erat hubungannya, karena penelitian harus menjunjung tinggi kedua dharma yang lain. Penelitian diperlukan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi. Untuk dapat melakukan penelitian diperlukan adanya tenaga-tenaga ahli yang dihasilkan melalui proses pendidikan. Ilmu pengetahuan yang dikembangkan sebagi hasil pendidikan dan penelitian itu hendaknya diterapkan melalui Pengabdian pada masyarakat sehingga masyarakat dapat memanfaatkan dan menikmati kemajuan-kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut

.    

Strategi Implementasi di Perguruan Tinggi

 

Eksistensi perguruan tinggi memiliki peranan yang sangat penting dalam memengaruhi perubahan-perubahan suatu masyarakat.Peran dan fungsi perguruan tinggi sebagai implementasi dari tri darma yang menjadi kewajibannya, dapat diwujudkan dalam bentuk membangun gerakan pembelajaran masyarakat untuk mendorong terciptanya transformasi sosial dan terjaganya nilai-nilai budaya bangsa.
 Perguruan tinggi juga dapat mengembangkan model pembangunan yang benar-benar berbasis pada keilmuan dan sumberdaya lokal dalam kerangka sistem nilai budaya bangsa, membangun basis-basis pengembangan keilmuan yang benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam rangka merespon perubahan global yang sangat dinamis, mengembangkan pusat-pusat pengembangan masyarakat dengan memanfaatkan sumberdaya dan nilai-nilai lokal yang ada, membantu pengembangan kebijakan strategis terhadap legislatif dan eksekutif serta mengontrol implementasi kebijakan-kebijakan tersebut.
 Perguruan tinggi juga dapat berperan dalam mengembangkan strategi kebudayaan, hal tersebut sangat diperlukan dalam membangun peradaban bangsa, terutama untuk membangun nilai-nilai yang sejalan dengan kemajemukan bangsa agar keberagaman diterima sebagai sebuah kekayaan dan tidak dipertentangkan. Oleh karena itu, pembangunan peradaban itu sendiri perlu berbasis pada nilai etika dan nilai budaya yang sudah melekat dalam jari diri bangsa


S


 

 

 

 

   



 Mahasiswa berkarakter

Mahasiswa berkarakter adalah mahasiswa yang memiliki wawasan kebangsaan biasanya mempunyai kepekaan sosial yang tinggi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa. Tidak hanya peka, tetapi setelah mengetahui masalah yang ada biasanya dia akan melakukan upaya untuk bisa memperbaikinya. Mahasiswa berkarakter memiliki sikap dan perilaku yang baik, yang sesuai dengan norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun beberapa cirri mahasiswa berkarakter yaitu :
1  Memiliki wawasan yang luas. 
Seorang mahasiswa dituntut untuk megerti dan menyadari keadaan di sekitarnya. Wawasan yang luas tidak hanya didapat dari ilmu yang dipelajari di perkuliahan saja, melainkan juga bisa didapat dari lingkungan sekitar.
2   Mampu membagi waktu
Masa kuliah merupakan masa-masa yang terdapat banyak waktu luang. Tinggal bagaimana mahasiswa itu sendiri dapat mengatur waktu yang dimilikinya, seperti untuk kuliah, organisasi, hobi, refreshing, dan pacaran. Mahasiswa yang mampu membagi waktunya dengan baik, kelak akan menjadi seorang mahasiswa yang ideal
    Memahami seluk beluk tempat menuntut ilmu.
Kampus, tempat mahasiswa menuntut ilmu menyimpan banyak cerita yang tidak akan terlupakan. Untuk menjadi mahasiswa ideal, mahasiswa harus mengerti seluk-beluk tempat menuntut ilmunya tersebut. Mulai dari dosen yang mengajar, ruangan belajar, fasilitas yang tersedia. Dengan mengetahui secara detail, mahasiswa akan mudah mengakses hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan perkuliahan.
4  Pintar, rajin, aktif.
Tiga hal ini (pintar, rajin, aktif) adalah sifat wajib yang dimiliki oleh seorang mahasiswa ideal. Pintar dalam artian bahwa seorang mahasiswa pintar mengkondisikan diri dengan sekitarnya. Rajin berarti mengikuti kegiatan yang dipilihnya dengan rajin, tidak menjalani dengan setengah hati. Aktif yaitu turut serta dalam kegiatan-kegiatan positif universitas.
5  Pintar berdiskusi.
Sesuai dengan materi yang didapat pada LKMM pra dasar, mahasiswa itu harus memiliki sikap kritis. Dengan sikap kritis yang dimiliki, mahasiswa mempunyai kemampuan dalam berdiskusi. Kemampuan berdiskusi ini sangatlah berguna di masyarakat dan dunia kerja nantinya. Kemampuan berdiskusi yang baik di masa kuliah akan bermanfaat dalam menyampaikan pendapat di forum, sehingga tercapailah predikat mahasiswa ideal.
Ada beberapa macam karakter yang perlu dimiliki oleh tiap mahasiswa agar dapat menjadi pemimpin yang kelak dapat memimpin bangsa ini dengan baik. Karakter-karakter itu diantaranya adalah :
1. Beretika
2. Berwawasan  luas
3. Bertanggung jawab
4. Pintar, rajin dan aktif

Memiliki reasa kasih sayang yang tinggi terhadap sesama.
          Mahasiswa adalah tingkat status yang lebih tinggi dari pelajar. Begitu pula sikap dan tingkah laku yang harus dimiliki mahasiswa tersebut. Semuanya harus lebih tinggi dari seorang pelajar. Dan yang paling penting seorang mahasiswa harus memiliki tindakan yang bertanggung  jawab. Bertanggung jawab dengan semua tugas yang telah diberikan, bertanggung jawab dengan langkah dan pilihan yang telah diambil, dan bertanggung jawab dengan semua yang telah dilakukan. Dan pada intinya seorang mahasiswa harus bisa bertanggung jawab pada dirinya sendiri.Setelah seorang mahasiswa tersebut bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri, mahasiswa itu harus bisa bertanggung jawab juga terhadap lingkungannya dan negaranya.
Mahasiswa merupakan sosok yang diharapkan membawa perubahan ke arah yang positif terhadap masyarakat dan bangsanya. Bukan hanya itu, seorang mahasiswa harus mampu membawa dampak yang positif dimana dan kapan pun dia berada. Seorang mahasiswa bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi pada dirinya dan pada masyarakatnya. Lalu bagaimanakah karakteristik mahasiswa yang bertanggung jawab
Mahasiswa yang bertanggung jawab bisa dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut :
1.     Berpretasi baik bidang akademik maupun non akademik.
2.     Mampu berorganisasi dan memiliki dasar jiwa kepemimpinan.
3.     Kreatif dan menghapuskan sikap plagiarisme.
4.     Berpikir kritis dan rasionalis terhadap hal-hal yang terjadi di lingkungannya.
5.     Peduli dan turut membantu masyarakat dalam menghadapi masalah sosial dan budaya serta bencana alam.
6.     Ikut serta membangun pemerintahan yang sesuai dengan moral pancasila dan UUD 1945.
7.     Menanamkan jiwa disiplin, kreatif dan mandiri pada masyarakat sekitarnnya.
8.     Mampu memilah kebudayaan asing yang masuk ke dalam negaranya.

Nilai-Nilai Karakter
Berdasarkan kajian nilai-nilai agama, norma-norma sosial, peraturan/hukum, etika akademik, dan prinsip-prinsip HAM, telah teridentifikasi butir-butir nilai yang dikelompokkan menjadi lima nilai utama, yaitu nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan serta kebangsaan. Berikut adalah daftar nilai-nilai utama yang dimaksud dan deskripsi ringkasnya:
1. Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan
Yaitu religius; pikiran, perkataan dan tindakan seseorang yang diupayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan dan/atau ajaran agamanya.
2. Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri (personal)
a. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan tindakan, dan perkerjaan, baik terhadap diri dan pihak lain.
b. Bertanggung jawab
Sikap dan perilaku seseorang untu melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan YME.
c. Bergaya hidup sehat
Segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.
d. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
e. Kerja keras
Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan guna menyelesaikan tugas (belajar/pekerjaan) dengan sebaik-baiknya.
f. Percaya diri
Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhdapat pemenuhan tercapainya setiap keinginan dan harapannya.
g. Berjiwa wirausaha
Sikap dan perilaku yang mandiri dan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
h. Berpikir logis, kritis, dan inovatif
Berrpikir dan melakukan sesuatu secara kenyataan atau logika untuk menghasilkan cara atau hasil baru dan termutakhir dari apa yang telah dimiliki.
i. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
j. Ingin tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
k. Cinta ilmu
Cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap pengetahuan.